Support System Bagi Musisi dan Managemen Artis
Oleh Maylaffayza
Dalam membangun dan menjalankan berbagai usaha, semua pihak memerlukan support system. Support system yang paling sederhana yang sudah kita sering pelajari sejak bangku sekolah diantaranya adalah sistem koperasi. Walaupun terdengar sangat ‘kuno’ tetapi sistem ini dapat berjalan dan kerap memberikan keuntungan - bagi berbagai pihak yang berpartisipasi didalamnya hingga sekarang ini - karena kesederhanaan dari sistem tersebut.
Sistem koperasi pada dasarnya adalah sistem ekonomi yang holistik dan spiritual. Tidak heran jika sistem ini sudah ada sejak lama dalam masyarakat. Prinsip ini di dasari atas interkoneksi kebutuhan dan kepentingan bersama, untuk tujuan kemakmuran bersama, dimana terjadi sinergy di dalamnya. Satu dan yang lainnya saling mendorong untuk maju. Pada dasarnya ini bisa dibuat oleh siapapun, bahkan antar teman atau anggota keluarga. Prinsipnya sederhana, salah satunya yaitu hampir sama seperti patungan dan arisan. Namun siapa yang mendapatkan dana dari hasil patungan tersebut, tentu bergantung dari berbagai faktor, salah satunya faktor kompetensi. Jika project yang diajukan terlihat matang dan punya kompetensi, maka dana bisa saja diberikan kepada pemilik project tersebut.
Apakah industri musik memerlukan dan dapat memanfaatkan sistem koperasi? Mungkin ini suatu hal yang menarik di bahas. Musisi sebagai pelaku dan komponen utama dalam industri musik, umumnya bertindak sebagai produsen musik. Musisi adalah music entrepreneur. Modal awal mereka adalah alat musik. Namun alat itu umumnya sudah dimiliki saat mereka mengenyam tahun- tahun pelatihan baik secara otodidak, berguru atau menempuh jalur akademis. Jadi saat mereka menjadi musisi profesional sudah pasti mereka sudah memiliki alat musik yang mereka pakai dari saat masa pelatihan. Dana yang selanjutnya mereka perlukan adalah saat mereka hendak membuat album, dimana mereka memerlukan dana untuk mempekerjakan berbagai pihak seperti musisi, music arranger, music programmer, sound engineer, studio operator hingga sewa studio. Jika mereka hendak membuatnya hingga menjadi album fisik, maka mereka membutuhkan biaya untuk photographer, stylist, wardrobe, make up artist, graphic designer, digital imaging artist, hingga biaya kotak cd dan wrapping cd. Semua bergantung pada seberapa jauh musik mereka mau dikerjakan. Namun semua berujung pada kesediaan dana. Tidak sering musisi harus menunggu lama untuk menabung dari hasil kerja dari penampilan musikal mereka, atau kerja mereka diluar bidang musik untuk mengumpulkan dana project pembuatan album ini. Terkadang, hal ini juga membuat mandeg, apalagi jika project dijalankan beberapa orang dimana dibutuhkan time commitment dalam jangka waktu panjang. Kadang, belum selesai, ditengah jalan, partner ada yang keluar dari project tersebut karena merasa sudah tidak sejalan dengan agendanya.
Prinsip koperasi sederhananya bisa dilakukan oleh artist management dengan para music artist-nya. Artist management disini dalam pengertian bukan management tunggal yang hanya mengatur business management dari satu music artist, tetapi pengertian disini adalah sebuah artist management yang memayungi berbagai music artist yang terdiri berbagai penyanyi, instrumentalist, band. Setiap artist didalamnya pastinya akan ingin dan butuh untuk memproduksi setidaknya single (lagu tunggal) atau album dalam bentuk cd. Karena karya mereka ini yang akan menjadi komoditi untuk dijual, atau sebagai materi promo mereka sebagai music artist. Menggantungkan biaya pada investor bukan pilihan yang baik karena tidak mudah mendapatkannya, dan belum tentu memiliki kesamaan visi dengan music artist maupun artist managementnya. Untuk itu artist management bisa memberlakukan iuran pada semua artistnya, dan artist yang memiliki music project yang paling matang dan kompeten, bisa mendapatkan dana untuk project dari hasil ‘patungan’ tersebut. Sistemnya bisa dengan cara dipilih, dimana para music artist mempresentasikan project masing-masing. Jika sedang tidak ada satupun yang sedang hendak membuat sebuah project, artist management beserta para artistnya bisa membicarakan dan merencanakan untuk memakai dana tersebut untuk apapun kebutuhan mereka yang bertujuan memajukan music business mereka. Pemikiran ini tentunya sangat sederhana dan masih bisa disempurnakan lagi dari segi system. Sistem ini memicu sense of belonging dari para music artist maupun artist management, dan mendorong untuk pihak tersebut tetap produktif dan membangun kekuatannya dalam music business.
*Tulisan ini adalah bagian dari mata kuliah Creative Entrepreneur S2
Creative & Media Enterprise IKJ - IDS


0 comments:
Post a Comment